Posted by: Bang Bob | December 1, 2009

Bagi-Bagi Seafood (?!?)

Maling jemuran diuber, murid berisik ditegur
Udah bulan Desember, masih asik nganggur
*hehehe*

Waduuh, kapan nih dapet kerjaan??! Atau, kapan nih buka kerjaan??! *hehehe* Sampe bulan Desember ini status ku adalah “sementara nganggur disik” dan tiap hari “djaga rumah” karna beberapa petualangan tes kerja yang sudah aku jalani berujung dengan “belum berhasil”. Rasanya “belum berhasil” sih biasa aja. šŸ˜¦Ā Jadi berasa useless banget di rumah mulu. Biar nggak useless, aku mencoba untuk jadi berguna dengan cara merekam dan membuat catetan apa aja yang telah aku alami selama ikutan tes-tes kerja. Sapa tau bisa dibagi buat yang membutuhkan.

Kalo kita ngelamar kerjaan di suatu perusahaan yang pake berbagai macem tes apapun itu bentuk dan mecemnya, biasanya ada beberapa tahapan tes yang sama antara perusahaan satu dengan yang lain. Maka dari itu *ceilaah*, aku coba untuk rangkum dan bredelin satu-satu tes-tes yang umum “terjadi” untuk melamar suatu pekerjaan sebagai berikut:

1. Tes pertama (awal), setiap perusahaan biasanya ada Psikotest, General Achievement Test (GAT), Aptitude Test, dan sejenisnya dengan syarat jika kita lolos administrasi (syarat IPK dan sebagainya). Di dalam tes-tes tersebut, biasanya terdiri dari: psikotest, tes numerik atau deret angka (misal: 2 5 15 18 … –> jawabannya 54), tes verbal (biasanya ada anonim, antonim, atau kata benda yg sejenis, dan lain-lain), tes Pauli atau Kremlin, menggambar dari coretan yg sudah tersedia (disitu ada gambar titik, trus kita disuruh melanjutkan terserah kita), menggambar orang dan pohon.

TIPS (berdasarkan pengalaman dan sudut pandang ku):

  • Untuk psikotest, kalo kata ku sih begini, kita nggak perlu belajar apapun dan jangan terlalu stres banyak pikiran, karna ini menyangkut kejiwaan kita. Aku yang gendenk kayak gini aja sering lolos tes ini kok. *skali-skali sombong ya*
  • Untuk tes numerik dan tes verbal, kayaknya ini bagi semua anak berbasis keilmuan teknik (seperti aku) pasti bisa. Tes jenis begini ini sejenis sama tes SPMB, yaitu sering-sering lah mencoba karna pasti ada soal yang sama atau mirip.
  • Untuk tes Pauli atau Kremlin, kita dituntut untuk teliti, stabil, dan (mungkin) cepat. Kita akan disediakan selembar kertas yang full berisi angka. Kita disuruh menjumlahkan angka per angka dalam waktu tertentu. Tips untuk Kremlin, kita tidak perlu cepat dalam menghitung, cukup dengan teliti dan stabil. Tips untuk Pauli hampir sama *dhuerr*, tapi disini kayaknya lebih dituntut untuk stabil (dalam banyaknya angka yang berhasil kita jumlahkan). Jangan sampai terintervensi orang lain, karna cukup banyak dari mereka yang kalap sampe minta tambah kertas. Dipikir iki sego campur tha piye atek nambah-nambah barang?!
  • Trus untuk tes yang menggambar, kita dituntut untuk menggambar dengan benar, karna kita nggak boleh menggunakan penghapus. Tipsnya, kita harus menggambar dengan utuh, lengkap, dan jelas. Kalo nggambar orang, ya kudu lengkap ada mata, hidung, telinga, jari tangan, dan lain-lain. Kalo nggambar pohon juga harus lengkap ada ranting, akar, daun, dan (kalo bisa) ada buahnya.

2. Tes kedua (selanjutnya) biasanya ada tes TOEFL, Focus Group Discussion (FGD), interview psikolog.

TIPS (berdasarkan pengalamanĀ dan sudut pandang ku):

  • Untuk tes TOEFL, jelas kita dituntut untuk belajar, dengan catetan bahwa kita ingin lolos. Kalo kita cuma iseng pengen ikut-ikutan doank, ya nggak perlu belajar. Sifat tes: closed book. *yaiyalah*
  • Untuk tes FGD, kita dituntut untuk mengeluarkan pendapat. Speak up! Ayo ngomong! Tipsnya, kita nggak perlu ngotot dalam mengutarakan pendapatĀ dan jangan terlalu mendominasi diskusi. Santai aja kalo mau ngomong. Yang penting kita sampaikan pendapat kita setidaknya dua atau tiga kali.
  • Untuk interview psikolog, kita dituntut untuk jujur, karna (mungkin) kita nggak bisa bohong di hadapan psikolog. Mereka adalah peramal guys! *hahaha* Bicara lah dengan santai, nyaman, nggak usah grogi, jangan nyolot,Ā dan sebisa mungkin diatur cara ngomongĀ dan pemilihan katanya. Tipsnya, sering-sering ngobrol dengan bahasa resmi. Momen yang pas ya waktu diskusi Tugas Akhir sama dosen atau ngobrol sama bos-bos temennya orang tua masing-masing.

3. Tes ketiga (selanjutnya) biasanya ada interview dengan HRD atau User perusahaan.

TIPS (berdasarkan pengalamanĀ dan sudut pandang ku):
Kita harus punya pengetahuan tentang perusahaan yang akan kita lamar. Sebisa mungkin kita sempatkan untuk buka-buka website perusahaan, tanya-tanya temen tentang perusahaan tersebut, dan lain-lain. Yang penting kita nggak terlihat ndlahom atau lolak-lolok atau bodoh di depan interviewer. Kita dituntut untuk tampil menjanjikan. Pakaian rapi, bersih, jangan lungset atau kucel, kaos kaki jangan bolong, pilih celanaĀ dan kaos kaki dengan warna gelap, pilih kemeja warna cerah (sebisa mungkin warna putih),Ā dan kalo perlu pake dasi (dengan warna senada, jangan norak).

4. Tes keempat (selanjutnya) biasanya juga tahapan tes terakhir dan riskan terhadap kegagalan, yaitu medical check up (medcheck) atau tes kesehatan.

TIPS (berdasarkan pengalamanĀ dan sudut pandang ku):
Kita dituntut untuk sehat *jelas banget yah* atau tidak sedang sakit *haiyaah*. Kita akan diperiksa kondisi fisik, jantung, paru-paru, dan organ lainnya. Akan diperiksa juga kadar kolesterol, gula, asam urat, dan sejenisnya. Jadi selain sehat, kita dituntut untuk bersih dari kandungan makanan yang bersifat closed book *halah*, maksudku bersifat “jahat”. Menurut pengetahuan ku, organ tubuh kita dalam mencerna makanan untuk kembali netral akan menghabiskan waktu sekitar seminggu. Jadi sebisa mungkin selama seminggu sebelum medcheck, kita harus jaga makanan. Hindari kambing, seafood, dan yang kira-kira enak tapi nggak bagus untuk hasil medcheck yang kita harapkan.

Begitu kira-kira yg bisa aku bagi. Ada yang masih nganggur?Ā Gimana rasanya? Kalo seafood mah, wuenak! Hehehe..

SALAM SUKSES! šŸ™‚

Advertisements

Responses

  1. nais inpoh gan!!

    • Semoga bermanfaat info di atas gan..

  2. wehehe…
    ditunggu kelanjutan kisahnya, Gan!

    • siaaapp gan..!! šŸ˜€

  3. baca ini jadi ingat waktu dulu melamar kerja. hehehe.

    selama masih menganggur, coba lakukan hobi atau melakukan hal2 yg produktif. nanti kalau sudah dapat kerja, kadang kita malah nggak sempet melakukan hobi kita lo. jadi, tetep semangat ya!

    • Hehehe, jadi dejavu ya mbak?!

      Iya nih, memang skarang makin sibuk sama olahraga dan makan-makan as my hobby. Juga lagi berusaha menjadi produktif selama masa tenggang begini dan tetep semangat! Terima kasih mbak!

  4. Setuju sama krismariana…
    semasa nganggur, jadi bisa melakukan hobi2 yang gak bisa dilakukan waktu kuliah ^__^

    life is beautiful

    BTW ditunggu kelanjutan kisahnya Bob setelah bagi2 seafood šŸ˜€
    *mungkin kelanjutannya: tips mengundurkan diri dari pekerjaan yang ga cocok hehehe

    • So beautiful! Very Beautiful! *halah*

      Wah, requestnya tu agak susah. Kayak aku hebat aja sampe bisa nolak-nolak kerjaan, hehehe.

      Thanks, Tia!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: